Cikal bakal GKPB Fajar Pengharapan tidak lepas dari visi "pemulihan gereja" yang diterima oleh Alm. Pdt. Jerimia Rim (Kak Yer) melalui lembaga Making Disciples for Christ (MDC) di Surabaya. Visi ini menekankan pada pemuridan dan penerapan prinsip hidup berjemaat yang otentik sesuai Alkitab. GKPB Fajar Pengharapan Bandung merupakan jemaat ketiga yang didirikan setelah Surabaya dan Malang.
Perjalanan di Bandung dimulai pada 12 Oktober 1988 melalui pertemuan perintisan antara tokoh setempat Bpk. Petrus Nawawi, Bpk. Tatang Budiarto, dan Bpk. Gunawan Tijono dengan Majelis Apostolik GKPB dari Surabaya (Bpk. Yeremia Rim dan Bpk. Bambang H. Widjaja). Langkah awal dilakukan melalui kelas pemuridan Dasar Kekristenan yang diikuti oleh 33 orang pada 25 Oktober 1988. Gereja ini secara resmi diresmikan oleh Dirjen Bimas Kristen Protestan pada 28 Januari 1989, diikuti dengan kebaktian perdana keesokan harinya di Queen Theater yang dihadiri oleh 450 orang.
Seiring pertumbuhan jemaat, lokasi ibadah mengalami beberapa kali perpindahan, mulai dari Galaxy Theater (1989), Golden Palace Restaurant (setelah Galaxy Theater terbakar), hingga menetap di Jl. Pasirkoja 58 pada Oktober 1989.
Setelah kepergian Pdt. Jerimia Rim pada akhir 1993, gereja memasuki babak baru di bawah kepemimpinan kolektif. Kini GKPB Fajar Pengharapan telah berkembang pesat dengan memiliki 3 satelit ibadah di beberapa lokasi seperti Pasirkoja, Kopo dan Bandung Utara. Gereja ini terus menghidupi tata nilai utama seperti The Lordship of Jesus Christ, Covenant Relationship, Spirit of Excellence, Kingdom Mentality and Servanthood.
Cikal bakal GKPB Fajar Pengharapan tidak lepas dari visi "pemulihan gereja" yang diterima oleh Alm. Pdt. Jerimia Rim (Kak Yer) melalui lembaga Making Disciples for Christ (MDC) di Surabaya. Visi ini menekankan pada pemuridan dan penerapan prinsip hidup berjemaat yang otentik sesuai Alkitab. GKPB Fajar Pengharapan Bandung merupakan jemaat ketiga yang didirikan setelah Surabaya dan Malang.
Perjalanan di Bandung dimulai pada 12 Oktober 1988 melalui pertemuan perintisan antara tokoh setempat Bpk. Petrus Nawawi, Bpk. Tatang Budiarto, dan Bpk. Gunawan Tijono dengan Majelis Apostolik GKPB dari Surabaya (Bpk. Yeremia Rim dan Bpk. Bambang H. Widjaja). Langkah awal dilakukan melalui kelas pemuridan Dasar Kekristenan yang diikuti oleh 33 orang pada 25 Oktober 1988. Gereja ini secara resmi diresmikan oleh Dirjen Bimas Kristen Protestan pada 28 Januari 1989, diikuti dengan kebaktian perdana keesokan harinya di Queen Theater yang dihadiri oleh 450 orang.
Seiring pertumbuhan jemaat, lokasi ibadah mengalami beberapa kali perpindahan, mulai dari Galaxy Theater (1989), Golden Palace Restaurant (setelah Galaxy Theater terbakar), hingga menetap di Jl. Pasirkoja 58 pada Oktober 1989.
Setelah kepergian Pdt. Jerimia Rim pada akhir 1993, gereja memasuki babak baru di bawah kepemimpinan kolektif. Kini GKPB Fajar Pengharapan telah berkembang pesat dengan memiliki 3 satelit ibadah di beberapa lokasi seperti Pasirkoja, Kopo dan Bandung Utara. Gereja ini terus menghidupi tata nilai utama seperti The Lordship of Jesus Christ, Covenant Relationship, Spirit of Excellence, Kingdom Mentality and Servanthood.
Persembahan Umum
0633 00 2590 - BCA Cab Suniaraja
An. GKPB Fajar Pengharapan
via digital wallet using the
following application:
Persembahan Persepuluhan
0633 00 4410 - BCA Cab Suniaraja
An. GKPB Fajar Pengharapan
via digital wallet using the
following application:
78400 78200 - BCA Cab Astanaanyar
An. GKPB Fajar Pengharapan
78400 73500 - BCA Cab Astanaanyar
An. GKPB Fajar Pengharapan
78400 79800 - BCA Cab Astanaanyar
An. GKPB Fajar Pengharapan
784 010 9911 - BCA Cab Astanaanyar
An. GKPB Fajar Pengharapan